Sabtu, 17 April 2010

BELAJAR ARAB ITU MUDAH

BELAJAR ARAB - MUDAH
Mudah - Sederhana - Aplikatif - Menyenangkan - Dibutuhkan

Bahasa Arab Itu Luar Biasa
Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat istimewa, dan luar biasa. Tidak ada bahasa yang memiliki keistimewaan melebihi bahasa Arab. Satu-satunya bahasa yang menjadi bahasa sebuah Kitab Suci (Al-Quran) yang selalu terjaga keasliannya, adalah bahasa Arab. Kitab Suci lain bisa saja diturunkan dalam sebuah bahasa. Tetapi, Kitab Suci itu oleh penganutnya sudah dianggap sebagai Kitab Suci pula ketika diterjemahkan dalam bahasa kedua, kedua, dan yang lainnya.

Namun tidak demikian dengan Al-Quran. Al-Quran adalah Kitab Suci berbahasa Arab. Ketika ia diterjemahkan dalam berbagai bahasa lain, maka terjemahannya itu bukanlah Al-Quran: Terjemahan itu hanya TERJEMAHAN AL-QURAN saja. Sedangkan Al-Quran-nya sendiri adalah Kitab Suci yang berbahasa Arab itu. Kitab Suci umat Islam adalah "QUR`AANAN `ARABIYYAN" --Al-Quran yang berbahasa Arab.

Karena setiap Muslim wajib belajar Al-Quran, maka ia juga wajib belajar bahasa Arab. Seseorang mungkin bisa saja membaca terjemahannya. Tapi atas dasar apa pun, terjemahan tetap saja terbatas, dan tidak bisa sepenuhnya menjelaskan seluruh kandungan makna yang tersimpan dalam setiap kata dan ayat Al-Quran.

Masalahnya, bagaimana belajar bahasa Arab? Tentu sudah banyak buku, metode, dan alat belajar untuk mempelajari bahasa Arab. Namun kita semua tentu menginginkan belajar bahasa Arab dengan mudah, metodoginya memudahkan, kecakapan yang dibekalkan bersifat menyeluruh, dan sangat dibutuhkan untuk pemahaman dan pendalaman teks-teks berbahasa Arab, termasuk Al-Quran. Lebih dari itu, metodologi itu juga mesti bisa membangkitkan dan membiasakan kecakapan untuk bisa berani berbicara dengan bahasa Arab juga.

Karenannya, untuk kebutuhan belajar bahasa Arab, berikut ini bisa kita pertimbangkan sebuah cara, supermetodologi dan sistem belajar bahasa Arab yang ditawarkan oleh AL-SHAFA INSTITUTE. Berikut ini uraiannya:

Apa itu BelajarArabMudah?

Inilah TEMUAN SUPERMETODOLOGIS, sebuah cara, sistem, dan pendekatan belajar bahasa Arab yang menyeluruh, aplikatif, dan sangat dibutuhkan. Lahir dari pengalaman 10 tahun bergelut dalam dunia pengajaran bahasa Arab bersama berbagai kalangan yang beragam: mahasiswa S 1, S 2, S 3, dosen, guru, ustadz/ah, karyawan, ibu rumah tangga, majlis taklim, remaja dan lain-lain, dengan tingkat kemampuan awal mereka yang bervariasi....

Kesan belajar bahasa Arab itu sulit, adalah masa lalu. Sekarang, dengan BELAJAR ARAB - MUDAH, belajar bahasa Arab menjadi mudah, sederhana, aktif, aplikatif, menyenangkan, dan dibutuhkan....

BELAJAR HANYA :
  1. 16 - 20 pertemuan
  2. Selama 2 - 2,5 bulan ( 8 - 10 pekan )
  3. 2 x pertemuan dalam sepekan (kecuail bila ingin dipadatkan)

RAIHLAH ...
9 KECAKAPAN DALAM 1 PROGRAM

BIASANYA, termasuk di dunia perguruan tinggi, seseorang yang belajar bahasa (termasuk bahasa Arab), akan dibekali paling banyak 4 kecakapan bahasa, yakni membaca (qira`ah, reading), menulis (kitabah. writing), mendengar (istima`, listening), dan berbicara (takallum, speaking).
Namun Program
BelajarArabMudah akan membekalkan bukan hanya 4... tapi 9. SEMBILAN KECAKAPAN DALAM SATU PROGRAM. Dan kesembilan kecakapan itu merupakan kecakapan dasar yang sangat penting dalam berbahasa. Di sini, kesembilan-sembilannya itu dibangkitkan dan dibiasakan sejak proses pertama belajar baru saja dimulai.

APA SAJA 9 KECAKAPAN ITU?
  1. Membaca (qira`ah),
  2. Menulis (kitabah),
  3. Mendengar (istima`),
  4. Berbicara (takallum), (
  5. Memahami (fahm),
  6. Logika bahasa (manthiq lughawi, tata bahasa),
  7. Rasa bahasa (dzawq lughawi),
  8. Menerjemahkan (tarjamah), dan
  9. Mengarang-menuangkan gagasan (insya`-ta`bir).

DENGAN BEGITU...
Jika Anda ingin bisa MEMAHAMI Al-Quran, Hadits, dan buku-buku berbahasa Arab, dari SINILAH MEMULAINYA....

Jika Anda ingin MULAI BERANI BERBICARA dengan bahasa Arab, dari SINILAH LANGKAH PERTAMA DIAYUNKAN....!

Program BelajarArabMudah
diperuntukkan bagi U M U M (semua kalangan)



Belajar akan dipandu oleh para ustadz AL-SHAFA INSTITUTE Bandung, bersama:
ASHOFF MURTADHA (direktur AL-SHAFA INSTITUTE) dan Tim


SYARAT MENGIKUTI PROGRAM INI

Asal Anda sudah lancar membaca dan menulis Al-Quran (Arab), berarti Anda sudah memiliki bekal yang hebat untuk bisa berbahasa Arab, secara pasif dan aktif. Anda sudah pantas untuk bisa membaca, mendengar, memahami, menulis dan juga berbicara dengan bahasa Arab....

PEMBIAYAAN
  1. Pendaftaran : Rp 50.000
  2. Buku : Rp 50.000 (4 buah buku)
  3. SPP : Rp 600.000 (jika dicicil 2 kali) ATAU Rp 500.000 (jika dibayarkan sekaligus di awal)

Bergabung dan Ikutilah....

KELAS PERDANA MULAI : 17 MEI 2010


Kelas ini untuk mereka yang berdomisili di wilayah Bandung.
Untuk kelas yang diadakan di Jakarta, Depok, dan Bogor, BISA DILAKUKAN dan ditentukan tersendiri....


Jika menghendaki, Anda bisa membuat kelompok belajar sendiri (20 orang), dengan belajar di tempat sendiri.... (wilayah Bandung, Jakarta, Depok dan Bogor)

Lebih jauh, hubungi : 02270901074


Selain mendapatkan kesempatan belajar bahasa Arab dengan mudah dan aplikatif, dapatkan pula....
SPECIAL REWARD for SPECIAL ACTION...!!!


Apabila Anda mengajak orang lain (keluarga, sahabat, teman, dll) untuk mengikuti program BELAJAR ARAB MUDAH ini, berarti Anda telah melakukan sebuah SPECIAL ACTION. Karenanya Anda berhak mendapatkan SPECIAL REWARD dari kami. Anda bisa mengajak mereka untuk belajar satu kelas dengan Anda (dalam satu kelompok, termasuk kelompok yang dibuat sendiri), atau belajar di kelas yang berbeda.

Inilah SPECIAL REWARD for SPECIAL ACTION....

a. Rp 100.000 dari setiap pendaftar (jika Anda sudah menjadi peserta di AL-SHAFA INSTITUTE)
B. Rp 50.000 dari setiap pendaftar (jika Anda belum menjadi peserta, baru mengisi formulir)

Ambillah PELUANG ini...!!!
CERDAS MENCERDASKAN...!!!


Informasi ini disampaikan oleh:
AL-SHAFA INSTITUTE
Bandung

02270901074



Rabu, 31 Maret 2010

TUJUH KEUTAMAAN ILMU ATAS HARTA

TUJUH KEUTAMAAN ILMU ATAS HARTA

Nabi Saw. pernah menyebut Ali bin Abi Thalib sebagai Pintu Kota Ilmu Rasul. Beliau bersabda, "Ana madiinatul `ilmi wa `aliyyun baabuha, faman araada al-madiinata falya`tihaa min baabiha.." "Aku adalah kota ilmu, sedangkan Ali adalah pintunya. Barangsiapa menginginkan ilmu, maka datangilah dari pintunya..."

Jika kita ingin mengetahui apa kelebihan ilmu di atas harta, mari kita simak kata-kata Ali bin Abi Thalib berikut, "Ilmu itu lebih utama daripada harta dengan tujuh alasan:

(1) Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan para Firaun,
(2) Ilmu tidak akan berkurang bila dikeluarkan, sedangkan harta akan berkurang bila dikeluarkan,
(3) Harta membutuhkan penjaga, sedangkan ilmu justru menjaga pemiliknya,
(4) Ilmu ikut terbawa mati, sedangkan harta ditinggalkan (di dunia(,
(5) Ilmu bisa diraih oleh orang Mukmin dan kafir, sedangkan ilmu hanya diraih oleh Mukmin saja,
(6) Semua orang membutuhkan orang yang berilmu dalam urusan agama mereka, mereka tidak membutuhkan para pemilik harta, dan
(7) Ilmu akan memperkuat seseorang saat menyeberangi Shirath, sedangkan harta justru menghalanginya..."

Lihat dalam buku Bihar al-Anwar, jilid 1, hlm. 185.
Selasa, 30 Maret 2010

AKU CINTA ILMU

AKU CINTA ILMU...

Sulaiman kecil ditanya oleh ayahandanya, Nabi Dawud a.s., "Anakku... Manakah yang hendak kaupilih: ilmu ataukah harta?" Sulaiman menjawab, "Aku memilih ilmu, ayah..." Singkat cerita, Sulaiman tumbuh menjadi sosok yang mencintai ilmu, terus belajar dan menggali ilmu. Allah Swt. kemudian menganugerahinya berbagai macam ilmu dan kecerdasan. Dia mengaruniai Sulaiman ilmu dan hikmah, bahkan akhirnya kemudian mengangkatnya sebagai nabi (nubuwwah) dan rasul (risalah). '"Waman yu`taa al-hikmah faqad uutiya khayran katsiiran" (Dan barangsiapa dianugerahi hikmah, maka sungguh ia telah dianugerahi kebaikan yang banyak)...

Ketika ayahandanya wafat, Nabi Sulaiman a.s. menggantikan kedudukan ayahnya untuk menjadi raja. Sebagai raja, beliau memiliki kekayaan yang melimpah ruah. Bahkan Kerajaan Saba yang subur makmur dan kaya raya itu, yang dipimpin oleh Ratu Bilqis, harus mengakui bahwa kerajaan Sulaiman lebih besar dan kaya ketimbang Kerajaan Saba. Dengan memilih ilmu, Nabi Sulaiman a.s. akhirnya menguasai harta juga. Beliau memiliki ilmu dan harta sekaligus.

Bahkan, lebih dari itu, sebagai seorang nabi yang juga raja, beliau bukan saja merajai bangsa manusia. Melainkan juga merajai jin dan semua binatang. Manusia, jin dan semua binatang tunduk di bawah kekuasaannya. Mereka bertindak sesuai perintahnya. Bahkan angin pun mengikuti apa yang ia perintahkan. Dan sebagai nabi, tentu saja beliau memiliki berbagai macam mukjizat yang luar biasa.... Dan beliau sangat mensyukuri anugerah kenikmatan Allah kepadanya. Seperti disebutkan dalam Al-Quran, beliau berdoa, "Wahai Tuhanku, gerakkanlah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang Kaulimpahkan atas diriku dan kedua orang tuaku, dan gerakkanlah pula aku untuk melakukan amal salih yang Kauridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu dalam golongan orang-orang yang salih..."

Inilah produk KECINTAAN KEPADA ILMU. Kecintaan pada ilmu bisa mengantarkan seseorang meraih ilmu dan harta sekaligus. Namun tidak sebaliknya: kecintaan pada harta tidak akan mengantarkan seseorang pada ilmu. Justru kecintaan pada harta akan membutakan pelakunya. Sedangkan kecintaan kepada ilmu akan membukakan hati dan pikiran seseorang, melempangkan jalan-jalan kebaikan, dan membentangkan pintu-pintu kesejahteraan... Ilmu bisa membukakan jalan pengetahuan, jalan kesejahteraan, juga jalan kekuasaan... Itulah yang terjadi pada Nabi Sulaiman a.s. Nabi yang alim, yang kaya raya, yang menjadi penguasa, namun tetap rendah hati dan takut kepada Tuhannnya, Allah Azza Wajalla....

Maka, jadilah pecinta ilmu... Dan semestinya kita selalu berpikir dan menyatakan, "AKU CINTA ILMU..." Karena Allah Swt. adalah Zat Yang Berilmu, AL-`ALIIM...
Dengan begitu, "AKU CINTA ILMU" pada hakikatnya berarti "AKU CINTA ALLAH"...

Kelak, seorang "pecinta ilmu" akan bergerak menjadi seorang "berilmu", al-`aalim. Dan seorang berilmu jelas tidak sama dengan seorang yang tidak berilmu, "Qul hal yastawiilladziina ya`lamuuna walladiina laa ya`lamuun...?" --Katakanlah (hai Muhammad), apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

"Niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu, beberapa derajat...." --Yarfa`illaahu al-ladiina aamanuu minkum walladziina uutuu al-`ilma darajaat...
A K U _ C I N T A _ I L M U


31 Maret 2010

Ashoff Murtadha